My dear…
Malam itu, di saat yang dingin itu, kita bercakap tak kunjung henti.
Hingga tak sadar akan pagi, pekerjaan yang menunggu, dan pahala yang menanti kita ambil.
Kita bertukar rasa dan asa, cerita yang selama ini kita simpan dalam kotak.
Inginku, inginmu,
Menjaga hati ini hingga saatnya Allah mempersatukan hati.
Menjaga kemuliaan yang sedang kita persiapkan untuk sang pangeran,
Mencoba kembali fitri dengan masa lalu kita masing-masing yang sungguh kotor di hadapanNya.
My dear,
Aku tidak peduli berapa banyak cintamu yang telah, sedang, dan akan kaukirimkan untuknya,
Aku tidak peduli dengan masa lalumu,
Itu hakmu,
Itu pilihanmu,
Aku hanya peduli dengan kejernihan jiwa sang mutiara yang mengeram di dadamu,
Yang kau gunakan setiap hari untuk mengabdi pada Sang Pencipta Alam
Menyejukkan banyak jiwa di sekitarmu dengan alunan tilawah nan syahdu dan dhuhamu
Mengaliri tanah gersang hingga banyak bunga dan buah menjadi simpanan abadi
Aku hanya tidak rela jika kejernihan sang mutiara dirusak oleh setitik noda..HANYA!
Hanya, sebuah ingin yang belum tepat pada waktunya
Hanya, seorang pecundang cinta yang berani untuk bersembunyi
HANYA!
My dear,
Aku, kamu,
Tak lebih dari sebuah kertas putih yang terwarnai..
Ada warna kabaikan, yang membawa kita menuju keberkahan
Ada warna keburukan, yang tak lain menjerumuskan kita dalam kegelapan
Inginku, menjadi orang yang membantumu menghapus warna-wana keburukanmu,
Menjadi orang yang kau bantu untuk menghapus warna-warna keburukanku,
Hingga kembali menjadi kertas putih yang berwarna kebaikan
Dan membawa keberkahan….
Ana uhibbukum fillah….. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar