CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 29 November 2012

5cm


Kamu taruh di sini.....jangan menempel di kening.
Biarkan...
dia...
menggantung..
mengambang...
5 centimeter...
di depan kening kamu..

Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bias. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalau kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak akan nyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu akan jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri...

Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan...sehabis itu yang kamu perlu...cuma...

Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering menatap ke atas.
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja...
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya...
Serta mulut yang akan selalu berdoa..

Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang-orang biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang yang selalu percaya akan kejaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun... dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi  itu akan terwujud nantinya karena kmu hanya harus mempercayainya.
Percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu...

(Dirgantoro, 5cm, 362-363)

Selasa, 30 Oktober 2012

memotivasi diri sendiri

motivasi itu makanan sehari-hari din!
haha...iyap, bahkan memang harus atas kesadaran sendiri. Gak ada gunanya orang lain nyuruh atau maksa kita buat makan, tapi kitanya sendiri gak lapar. Sekalipun itu dari orang yang sangat berpengaruh buat kita. useless.

Jadi harus sadar dengan sendirinya kenapa harus begini dan harus begitu. Harus selalu merasa butuh. Fokus on target n then motivate ur self with ur own dream. Mantap jaya!

#edisicurcol


Senin, 01 Oktober 2012

f.o.k.u.s


Aku ingin fokus!!!!!!
FOKUS.
Satu kata paling terkenal di rumah saat ini. Diskusi antara aku, ibuk, dan bapak yang akhirnya berujung pada satu kata itu. oh please….aku ingin.. tapi how? 

1.       Inget mimpi besarmu! Banyak hal yang tertunda gara-gara kamu belum menyelesaikan hal yang satu ini. Dan ini hanya jadi alasan kamu untuk tidak move on. 

2.       Inget kamu adalah public figure. Walaupun kamu gak dikerubuti kamera, kamu hanya orang yang sangat biasa, tapi kamu dilihat banyak orang. Kamu tidak hanya sekedar dirimu sendiri, tapi kamu adalah muslimah yang membawa misi besar!

Emmm… apa fokus = egois? Bisa jadi.
Berarti judulnya: aku ingin egois!!!! (nggak juga kaliiiiiiii……..>.<)

Jumat, 14 September 2012

Belajar mendengar

“eh, kamu tu salah sholat asharnya…tadi harusnya baca al-fatihah di setiap rakaat, kamu belum to?”, kata Rina kepada Nanik, umur mereka sekitar 7-8 tahun. Tanpa ba-bi-bu, Nanik segera berdiri dan mengulangi sholatnya. Rina yang berada di samping Nanik kemudian mendekatinya lagi setelah ia mengucapkan salam, “Nik, kamu lupa ya, kalau pas duduk tu ada mengacungkan jari..kok kamu tadi gak ada?”. Hmm..untuk yang kedua kalinya Nanik mengulangi sholatnya, gak ada protes, gak  ada pembelaan.

Percakapan itu terjadi di musholla SMK 7, sebulan yang lalu kira-kira. Sambil melipat mukena, saya senyum-senyum sendiri mendengar percakapan mereka. Hupfh…lugu dan polos banget ya anak kecil tu. Mau mendengarkan masukan orang lain dan menyadari kesalahan, kemudian memperbaikinya tanpa gengsi. Andai saja…sifat ini bisa terpelihara sampai dewasa… hmmm… 

Mau mendengarkan orang lain itu salah satu kepribadian seorang muslim.. gampang-gampang susah sebenernya. Kebanyakan manusia lebih banyak yang suka berbicara daripada yang suka mendengarkan. Padahal Allah kan menganugerahi dua telinga dan satu mulut untuk setiap orang, harusnya manusia lebih banyak mendengar daripada berbicara kan? Wallahu a’lam. “fal yaqul khoiron auliyasmut”, berbicara baik atau diam.

Tengok aja..sebagian besar masalah yang terjadi di sekitar kita terjadi akibat manusia yang terlalu banyak berbicara dan  sedikit mendengar, bahkan mungkin nggak mau mendengarkan. Ada temen lagi curhat, eh..kitanya malah mengganti topik pembicaraan dari “dia” jadi “aku”. Tahan diri dulu lah..mungkin kita juga punya cerita yang sama, mungkin lebih spektakuler dari ceritanya, tapi ini waktunya dia, jangan ganggu, please..

Trus, lebih sering mana jawabannya jika kita diberi masukan/ dikritik oleh orang lain:
  •  Ok, terimakasih ya..
  •  Hmm, gt ya? Sebenernya aku tu karena…
Ngeles. Sikap negatif yang bahaya jika menjadi kebiasaan. Kalau salah, ya salah aja.. Kecuali kalau difitnah lho ya..itu beda lagi. 

Allah SWT suka dengan manusia yang suka bertaubat kan. Bukan berarti dikit-dikit maksiat jadi sering taubatnya lho..(doh). Yuk, belajar hidup tanpa riya’, yang melakukan segala sesuatu tanpa disertai rasa sombong walaupun hanya sebesar biji sawi. Yuk, belajar hidup tanpa syirik, yang melakukan segala sesuatu diniatkan hanya untuk mencari ridha Allah SWT. Yuk, senantiasa meluruskan niat. :)



Hadits Arba'in ke-15

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
[رواه البخاري ومسلم]
Terjemah hadits
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Rabu, 12 September 2012

Lumpia Aselole

Bermodal niat yang tulus dan sebuah kenekatan, akhirnya kulangkahkan kaki ke kantor KR untuk mendaftarkan diri di Festival masak ikan lele, yang dilaksanakan hari ahad tanggal 9 kemarin. Sebuah event tahunan yang diselenggarakan KR untuk mengadakan pesta rakyat di hari ulang tahunnya, tahun 2012 ini adalah milad ke-67.

Ikut lomba masak? tidak..... buatku, ini adalah kesempatan untuk belajar masak. wkwkwk. Tantangannya adalah berpacu oleh waktu dan kreativitas dengan 149 tim lainnya. Notabene peserta berasal dari kalangan ibu-ibu, gimana nggak pusing? Mereka masterchef semua...minimal di rumah masing-masing..hehe. Akhirnya kuajak pula sepupuku, sang masterchef di rumah sebelah.

Karya: Lumpia Aselole. Sedikit mengganti lumpia isi daging ayam dengan daging lele. Plus...saus nanasnya... Kayaknya nyummi banget pas membayangkan menunya. Tapi pas dipraktekkan, gerrrrr, tidak semudah yang dibayangkan. hehehe. Kenekatan memasukkan paprika ke dalam saus adalah kesalahan fatal yang kuperbuat karena sebenarnya aku sendiri nggak suka paprika! hupfh. Kalau lumpianya enak kok..sudah pas di lidah. tapi....catatan evaluasinya ada banyak. wkwk.

Di balik semua itu..jelas banyak pelajaran yang kudapat. Banyak kenalan baru...terlebih lagi yang jadi juri ternyata dosen gizi kuliner lanjut..aaahhh...sebenernya mau menyapa, mau memperkenalkan diri sebagai mahasiswinya, tapi mundur teratur ketika hasil karya saus nanas tidak seindah rencana. Malu! >.<

Jeng jeng....pengumuman pun tiba. Sama sekali tidak berharap nama timku akan disebut sebagai juara.. Sadar diri Mode: ON. Tapi...sedikit berharap nama timku disebut karena dapet doorprize. Tanya kenapa? Nomor kelompok = umur KR = 67!


Senin, 03 September 2012

d'perfect mash up: laa tahzan & get it right


Jangan bersedih, bila kesulitan datang menghadang dirimu, menghalang, menghampiri.
Jangan bersedih, bila kau telah memberikan semua kemampuan dan dirimu tak dihargai
Tersenyumlah, legakan hatimu
Begitulah, dunia ini berlaku

Jangan bersedih, bila kau telah kerjakan semua kebenaran namun kau disalahpahami
Jangan bersedih, bila saat kau tak ada mereka berbicara semua fitnah tentangmu
Tersenyumlah, legakan hatimu
Begitulah, manusia berlagu

Jangan bersedih, bila kau telah curahkan segenap kasih sayang namun kau malah disakiti
Jangan bersedih, saat mereka ternyata membuat dirimu terluka tanpa mereka tahu sebabnya
Tersenyumlah, legakan hatimu
Biarkanlah, ikhlas datang bertalu

Saat dunia bagai jeruk yang asam, tambah es dan gula secukupnya.
Dan pasti kau rasakan segarnya dan tetaplah bahagia
Jangan buang tenaga percuma dengan tanya mengapa kenapa
Percaya semua adil akhirnya dan tetaplah bahagia

Terimakasih sangat untuk bro-bro Sintesa Vocal Play yang udah buat lagu ini. Jadi mengingatkanku tentang sebuah pelajaran yang pernah aku dapatkan. Berasa lagu ini dibuat untukku. Hehe.Padahal banyak ya yang merasakan hal serupa. Aku hanyalah salah satu saja yang dipercaya oleh Allah untuk mencicipinya...hmm...

Punya segunung rasa cinta untuk teman kita sendiri..tapi rasa itu tidak dianggap, malah disalahpahami…rasanya tu kayak kopi tanpa gula yang dicampur telur rebus sama buncis, wortel, kubis, daging, dikasih susu kambing, trus diblender. Hancur banget! 
Aku pernah merasakannya..  
Dituduh telah memfitnah, mengadudomba, ghibah, menjatuhkan, daaaann sebagainya sama temen sendiri. Sediiihhhh banget, sakiiiiitnya luar biasa. Padahal itu semua hanya salah paham..dan fitnah. 
Secara…temen gitu lo? Biasanya kayak gitu kan malah bisa jadi lem perekat kan ya? Apalagi cuma salah paham dan bisa dibicarakan secara baik-baik. Tapi yang ini extraordinary.. banyak hal yang ku-ikhtiar-kan untuk kembali membangun komunikasi, tapi endingnya selalu bad news dan keruh.
Salah satu hal yang kuanggap ini sebuah “kekonyolan” yang pernah kulakukan adalah dengan memblokir akun FB miliknya dari akunku. Ini kulakukan atas saran seseorang yang pernah ada masalah dengan sahabatnya trus melakukan hal ini juga, trus lama-lama sahabatnya sadar, kenapa FBnya diblokir, bla..bla..bla..ahir cerita mereka akur kembali. Tapi apa yang terjadi denganku? Hubungan kami semakin parah. Dikiranya aku sebel, trus memblokir seenaknya. Aaaaaaargh… awalnya mau meracik obat, malah jadi racun. Aku lupa kalau tidak semua obat cocok dengan penderitanya..
U know what, hubungan kami jadi berbalik 360o + 180= 520o, pusingggg muter-muter kayak roller coaster.
Rasanya tu diri ini sangat hina dengan konflik batin itu. Serasa dimusuhi oleh orang sejagad…
Ya Allah, what have I done??? I wish I could run away from that thing. Just trying to help… I feel the weight of the world is on my shoulder.. T>T 

Astaghfirullah, hina banget ya aku ini Ya Allah?
Hingga temenku sendiri pun bisa berpikiran aku berbuat semua itu. 
Hingga kata maafku juga sudah tidak berguna lagi..
Hingga aku pengen teriak: “Hei syaithon, don’t waste our time!!!!”

Tapi kutahu aku tidak mungkin lari dan menghindar…I can’t go back and undo this, lalu berandai-andai..,yang mungkin kulakukan just face the truth and my mistakes..
Mengoreksi diri sendiri…mungkin semua ini terjadi karena kurangnya rasa syukurku padaMu..karena kurangnya amalanku…dan berusaha mengikhlaskan seorang, atau mungkin dua orang, untuk tetap menganggapku seperti yang mereka kira..sesuka mereka…
Ikhlas itu bisa jadi seperti mutiara, terbentuk karena ada luka..
Hope….finally someone will see how much I care….
ya,,,insya Allah, suatu saat nanti dia akan tahu betapa sayangnya aku kepadanya.

Jangan bersedih, dini….
Allah bersama kita dan Allah tahu yang sebenarnya.. :D

Laa tahzan, innallaha ma'ana. Just need a time, to get it right. biidznillah.


sebuah surat cinta


My dear…
Malam itu, di saat yang dingin itu, kita bercakap tak kunjung henti.
Hingga tak sadar akan pagi, pekerjaan yang menunggu, dan pahala yang menanti kita ambil.
Kita bertukar rasa dan asa, cerita yang selama ini kita simpan dalam kotak.

Inginku, inginmu, 
Menjaga hati ini hingga saatnya Allah mempersatukan hati.
Menjaga kemuliaan yang sedang kita persiapkan untuk sang pangeran,
Mencoba kembali fitri dengan masa lalu kita masing-masing yang sungguh kotor di hadapanNya.

My dear,
Aku tidak peduli berapa banyak cintamu yang telah, sedang, dan akan kaukirimkan untuknya,
Aku tidak peduli dengan masa lalumu,
Itu hakmu,
Itu pilihanmu,
Aku hanya peduli dengan kejernihan jiwa sang mutiara yang mengeram di dadamu,
Yang kau gunakan setiap hari untuk mengabdi pada Sang Pencipta Alam
Menyejukkan banyak jiwa di sekitarmu dengan alunan tilawah nan syahdu dan dhuhamu
Mengaliri tanah gersang hingga banyak bunga dan buah menjadi simpanan abadi
Aku hanya tidak rela jika kejernihan sang mutiara dirusak oleh setitik noda..HANYA!
Hanya, sebuah ingin yang belum tepat pada waktunya
Hanya, seorang pecundang cinta yang berani untuk bersembunyi
HANYA!

My dear,
Aku, kamu,
Tak lebih dari sebuah kertas putih yang terwarnai..
Ada warna kabaikan, yang membawa kita menuju keberkahan
Ada warna keburukan, yang tak lain menjerumuskan kita dalam kegelapan

Inginku, menjadi orang yang membantumu menghapus warna-wana keburukanmu,
Menjadi orang yang kau bantu untuk menghapus warna-warna keburukanku,
Hingga kembali menjadi kertas putih yang berwarna kebaikan 
Dan membawa keberkahan….

Ana uhibbukum fillah….. :)

start [again]

bismillaahirrahmaanirrahiim...

ceritanya ni lagi pindah lapak, walaupun lapak yang dulu masih sepi. wkwk
harapannya dengan lapak baru, semangat baru untuk nulis juga.
supaya hikmah sehari tidak berlalu begitu saja dan tenggelam oleh waktu.
supaya dapat bermanfaat untuk yang lain.
supaya banyak membaca, belajar, dan mendengar sekitar.
supaya......

semoga istiqomah. :)